Virus Corona Varian Omicron Sudah Masuk Mulai Januari
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Iswahyudi
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Hasil sempel tes pemeriksaan terhadap karyawan PT SMJ pada 13 Januari
lalu, telah keluar. Dari hasil tersebut ada 2 sampel diantaranya
teridentifikasi positif COVID-19 varian Delta dan Omicron.
Kepala Dinas Kesehatan
(Dinkes) Berau, Iswahyudi membenarkan kabar mengenai masuknya Omicron di
Kabupaten Berau. Berdasarkan hasil sampel terhadap klaster PT SMJ yang keluar
pada 20 Februari lalu.
Untuk diketahui, kasus
klaster karyawan PT SMJ ini ditetapkan terindikasi positif pada 13 Januari 2022
lalu. Berdasarkan hasil test PCR ada 10 karyawan yang terinfeksi positif
COVID-19.
"Sampel kemarin
baru keluar, hasilnya itu 1 positif omicron dan 1 positif Delta. Dua-duanya
adalah klaster SMJ. Tetapi, sudah dirawat dan sembuh," ucapnya, (23/2/22).
Akan tetapi, dikatakan
Iswahyudi, penyebab tingginya kasus positif ini belum dikatakan sebagai varian
Omicron. Dikarenakan, memang dibutuhkan waktu yang lama untuk mendeteksi hasil
test positif Omicron ini.
"Varian omicron ini
belum bisa kita tau, karena harus di cek dulu dan itu lama, seperti yang
kemarin klaster SMJ saja baru keluar bulan ini. Ditambah gejalanya juga sama
seperti varian Delta, jadi tidak bisa dikatakan saat ini Omicron ini sudah
banyak," tambahnya.
Sampai saat ini, Dinas
Kesehatan bergerak melakukan penanganan mengingat hasil test yang keluar itu
sangat mengejutkan. Dikatakan Iswahyudi, penanganan Omicron sama saja dengan
penanganan varian COVID-19 lainnya.
"Cara penanganannya
sama, ya memperketat prokes dan percepatan vaksin. Memang Omicron ini lebih
gampang menular, berbeda dengan Delta yang tingkat infeksinya lebih parah.
Maka, perawatan yang kita berikan sama,"
Belajar dari beberapa
kasus di daerah lain, apabila dibandingkan dengan varian Delta masih jauh lebih
berbahaya. Diungkapkan Iswahyudi, saat varian tersebut merajalela di Bumi
Batiwakkal, dari 10 pasien rumah sakit yang dirawat, pihak rumah sakit harus
menurunkan tabung oksigen untuk seluruh pasien. Sedangkan, pada varian Omicron
tidak terlalu menurunkan tabung Oksigen dalam jumlah banyak.
Seperti data infografis
perkembangan kasus COVID-19 di Bumi Batiwakkal per Rabu (23/2), jumlah kasus
positif kembali naik dengan penambahan 130 kasus. Sehingga total pasien dirawat
menjadi 612 pasien dengan penambahan 3 kecamatan, yakni Tanjung Redeb, Teluk
Bayur, dan Gunung Tabur berstatus zona merah.
Iswahyudi juga
menerangkan, dibutuhkan kesadaran masyarakat sebagai satu-satunya pencegahan
dan tindaklanjut penanganan. Dalam hal ini, penerapan protokol kesehatan,
terutama masker dan kebersihan tubuh. Tidak hanya itu, kesadaran wajib
vaksinasi juga harus didorong.
"Perisapan baik
untuk mencegah omicron dan delta itu sama-sama COVID-19, sehingga semua
persiapan kita sama saja tidak ada bedanya, begitu juga cara penanganannya.
Yang terpenting adalah sadar protkes dan vaksin sampai tuntas," ungkapnya.
Sementara, Kepala Bidang
Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Garna Sudarsono
mengatakan, capaian vaksinasi di Kabupaten Berau sampai Rabu (23/2) sudah
mencapai 89,33 persen untuk dosis pertama. Sedangkan, dosis kedua menyentuh
69,19 persen. Ditambah dosis booster yang masih sangat kecil dan baru menyentuh
4,09 persen.
"Tentunya, perlu
ditingkatkan kesadaran vaksinasi karena tingkat penanganan penyakit bagi yang
sudah vaksin lebih ringan ketimbang yang belum," jelasnya.
"Karena pelajaran
kemarin itu ada dua orang yang meninggal karena belum vaksin, sehingga perlu
digarisbawahi bahwa masyarakat tetap mematuhi protkes dan ikut vaksinasi, untuk
yang baru dosis pertama, ikut yang kedua, dan yang sudah kedua segera ikut yang
booster," tutupnya.(sep)